angin ini semilir
berhembus konstan dari jendela coklat berkaca gelap
tetap saja gerah
apa harusku telanjang?
sedang menyelam di lubuk dalam
pun takut tenggelam
kemanakah renai?
rinduku pada bulirnya melambai
kupu-kupu origami berputar ditempa lampu redup kamar
membentuk siluet terpantul ditepian sarang laba-laba nakal
di seutas benang mereka riang
sedang yang bebas tak bisa melayang
cih! senja.. senja!
berapa banyak keringat tertetes untuk sampai padamu?
dan mati di pagi terlalu sayang di jumpai
lihat berapa bnyk yg bertahan tuk mengucap selamat tinggal pada raja siang
sesampai malam
antri gelap berselimut pekat
yang berkerlip mimpi-mimpi, ya.. ruang gelap bertabur mimpi
akan pagi entah, atau sebatas ilusi reinkarnasi
hmm..
atau kubuka saja penuh jendela
biar angin makin leluasa
demi gerah-gerah kita
biar tak perlu bertelanjang untuk melayang
ah, tetap saja rinduku belai renai
malang, 211009
13.52


Catatan kecil