Kanak-Kanak Hujan

Posted: 16 Maret 2011 in 1. Sastra, 3. Sajak

kepadamu awan, tempat anak-anak memuja
hujan, lalu berlarian
riang di halaman

kepada keriangan kala
hujan, adakah alir yang menghanyutkan
kesepian? bermuara di samudra maha dalam?

Atau memang sepi tak pernah hanyut
hanya serupa gigil kuyup jiwa-jiwa hitam yang semakin kuncup

Ah, hujan.. Setidaknya anak-anak masih riang di halaman.

Maret 2011

Komentar
  1. Tuan Adan mengatakan:

    Jadi pingen update blog, dan menulis satu paragraf ttg hujan, tapi ndak dula ah😀
    *Lama tidak ke sini, serasa orang asing jadinya, howaya broder?*

  2. jensen99 mengatakan:

    Pas komen disini pas lagi hujan. Senang sekali mendengar bunyi hujan diluar. Alasan terbaik tuk duduk tenang di kamar di depan komputer, sambil menikmati sejuknya udara.😀

  3. haziran mengatakan:

    daripada orang yg suka hujan-hujanan lalu mengkeret kedinginan =))

  4. sirampeng mengatakan:

    memang terlalu sering hujan menginspirasi para penyair, termasuk aku yang bukan penyair,..

  5. choirul mengatakan:

    seperti aku dulu waktu kecil, walaupun dimarahin sama ibuku tetep aja aku maen hujan-hujanan….

  6. vheena mengatakan:

    aku nggak suka hujan
    tapi aku suka G.E.R.I.M.I.S
    Hujan bisa bikin banjir
    gerimis, akan memberimu kesejukan dan kedamaian

    tapi, kanak-kanak hujan… aku suka..:D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s