Rebah

Posted: 14 Mei 2012 in 1. Sastra, 3. Sajak

malam temaram
gigilmu akan cerita senja: kelam
kau tengok jalanan tadi?
tiada bunga bisa kau ciumi
ada nestapa luruh tibatiba
disela renai kabut pagi buta
dalam entah,
kuhembus asap lisong mengering-basah

akan kau cari kemana cahaya jika tak tunggu pagi?

kini coba kau tulis sampah aroma merkuri
anak-anak kusta jadi tema puisi
atau tentang altar-altar yang dicuri
lalu dihitamkan sejarah
asap lisong sekali lagi mendesah-basah

ah, seorang tua mati dengan satu cap tanda: lekra

Malang, 2012.

Komentar
  1. supernopha mengatakan:

    membaca ini… meraba raba….

  2. BangRioBros mengatakan:

    19x mbaca masi ga ngerti maksudnye..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s