Yang Diam, Yang Melupakan

Posted: 4 Juni 2011 in 1. Sastra, 3. Sajak

ada seorang yang diam menerima saja segala tiba
mencatat
mengingat
apakah sedemikian mudah melupakan perih tertadah?
di suatu masa,
yang baik, yang tidak baik
terbalas !!
lunas !!
tuntas !!

dan seseorang, kembali diam menerima segala tiba

 

Malang, Juni 2011

Komentar
  1. supernopha mengatakan:

    Pembalasan memang akan selalu ada. *kikir kuku*

  2. dewi ketujuh mengatakan:

    *pukpuk*
    *kasih nanas*
    *menawarkan hati zir yang panas*😄

  3. Alex© mengatakan:

    Jadi kapan akan kau bukukan ini?:mrgreen:

  4. Manggae mengatakan:

    Diam sih iya. Menerima sih iya. Tapi, melupakan? Sangsi :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s