Ya sudah, Tak Apa.

Posted: 21 Desember 2010 in #30HariPuisi, 1. Sastra, 3. Sajak

rembulan di garis waktu. sebentar redup, sebentar terang.
haruskah ku nyala lilin, bakar dupa?
harap bidari turun sekali lagi

rembulan di garis waktu, malumalu pamer muka ditepian renjana.
kau tak mau, aku tak apa.
ada banyak di simpang tiga.

siapa lebih indah?
siapa bikin gairah?
Bidari atau Nina sama : nikmati saja.

rembulan di garis waktu,
merengut tapi tampak anggun sebisanya.
mau apa?

Malang: Desember 2010
07.49

30 Hari Puisi – #18 Pupus

Komentar
  1. supernopha mengatakan:

    Ya sudah, menyerah😀

  2. dewi ketujuh mengatakan:

    rembulan di garis waktu = rembulan di timeline?

    btw, aku juga suka tautan #simpangtiga-nya😀

  3. niskalajiwa mengatakan:

    Sang rembulan mau nyinyir :))
    #sokPD ngerasa jd rembulan hahahaha

  4. chikarei mengatakan:

    yahh mau gimana lagi kalau sudah begitu hehe^^
    salam

  5. Gilda Delacruz mengatakan:

    Saya menguis pasir di kaki lantas terlukis garisan besar yang bersimpang siur. Dengan apa saya menguis pasir itu? Bukan itu itu tenaga? Kudrat yang dikurniakan oleh Allah terhadap hambaNya. Kudrat yang bergabung dengan akal pemikiran yang waras akan menjadi usaha yang membuka lorong untuk mencipta kejayaan. Saya tahu, hanya kematian sahaja yang dapat menghentikan manusia daripada terus berusaha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s