Balada Samsu

Posted: 15 Desember 2010 in #30HariPuisi, 1. Sastra, 3. Sajak

dan lagi, merasakan sesak yang sama.
apa yang kau risaukan, penyair?
rindurindu itu membunuhmu?
hingga katakatamu itu melulu.

atau kau risau pengap kuali gosong?
di isi air tanpa gandum,
dan wajah ibuibu tua melamun.
papa-lara-nestapa. masih kau urusi cinta?

sepagi ini kudapati bapak tua berkalung karung
mengorek sampah mengais untung
siapa  berduka siapa lara?

ada pemuda cari hidup
seorang tua bertahan hidup.
dimana beda? –aku bertanya pada keduanya

sayangnya pak Tua
kau buruburu berlalu dengan 2 batang samsu
tanpa sempat nyicip sikit kepul kopi hitam di meja.

dan tinggalah pemuda
tersenyum tanpa jawab melamun
lupa arti 2 batang samsu
lalu asyik menulis rindu.

 

Malang 2010, sebuah pagi, sebuah kedai
07.21

30 Hari Puisi : #12 Kopi Hitam, dan dia.

Komentar
  1. niskalajiwa mengatakan:

    Dasar tukang kangenan!
    Sana nonton eminem lagi:mrgreen:

  2. silencehart mengatakan:

    Wow!! like this..😀 nice brad

  3. Tuan Adan mengatakan:

    *sedang menunggu pagi, lantas mencicipi segelas kopi*

  4. rauuu mengatakan:

    rasa-rasanya, sungguh hebat daya tarik yang namanya rindu. setiap yang rasa jadi kata, jadi untaian puisi. ^^

  5. haziran mengatakan:

    hai ppl, sebenarnya saya sedang mencibir rindu😀

    ada seorang ibu dengan kuali kosong
    ada seorang bapak mengorek sampah mengais untung
    lalu kita cuma bisa menuliskan rindu😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s