Arsip untuk Desember, 2008

Cerita Tentang

Posted: 2 Desember 2008 in z. Morning cloud: Rain

Sedang tertawaku saat itu
Ketika mentari tersenyum
pada pagi..
Sedang berjalanku saat itu
memandang luas asa disana
seiring waktu
sedang menikmatiku saat itu
bunga dan cemara disamping
ditepi jalanku..
namun,
setiap nafas yang terhembus
hanya lelah..
setiap langkah yang terayun
hanya sepi..
dan disetiap persimpangan
dimana jalan yang indah?
dimana bunga pelepas lelah?
dimana cemara penghalau sepi?

 
Student Center, UMM. Nov 13th, 2006.
09.22 WIB

Iklan

Harapan

Posted: 2 Desember 2008 in z. Morning cloud: Rain

semendung langit..tertetes seperti hujan..mengurai awan yang sebentar lagi hilang..terdiam kenari disangkar itu.. menyembunyikan paruhnya di balik sayap yang tak hangat..tusukan dingin masih terasa disini..di batas gunung dan punggungnya..masih menengadah..merasakan tetesan-tetesan terakhir..kesejukan dari sebuah harapan…

 

 

Sesaat sebelum Mandi..

Nov 09th, 2006.

17.43 WIB

Masih

Posted: 2 Desember 2008 in Tulisan Ngasal

Purnama diatas kotaku berpijar lembut. dan angin masih menamparku tanpa peduli akanku yang menggigil karenanya. mentari kurasa baru saja terlelap tanpa tinggalkan sedikit kehangatan untukku. kemana selimutku? dan kepada bintang aku menatap.. Juwita, sudahkah mekar melati ditamanmu? aku rindu wanginya..

Lalu kenapa kau masih bertanya..

“kemana kau 7 bulan ini..?”

bukankah kau lihat telah kering mawar ini? Aku menggenggamnya selama itu..Durinya menyatu dan tersirami darahku.Aku hanya tersesat dan hilang arah..

Saat membawanya.. dan menujumu..

Aku hilang dipersimpangan itu. Menoleh pada Merak ungu yang menari untukku. Tanpa kuketahui tersembunyi Singa Sahara kelaparan.. dibalik indahnya namun dia tak memangsaku. hanya menaruhku di kegelapan guanya dan setetes demi setetes meminum darahku.

Aku ingin melawan, namun jujur.. aku sendiri menikmatinya. setiap dia menancapkan satu taringnya.. dia memintanya dulu, dengan tersenyum..

lalu mawar itu, menjelma dan hadir dalam mimpi, menyadarkan aku atas apa yang terjadi.. singa itu hanya memanfaatkanku.. membunuhku perlahan dalam buaian nikmat semu, yang dia ciptakan dalam hidupku..

Lalu terfikirku untuk berlari, mencari celah dalam gua.. dan meninggalkannya.. tapi tak aku lakukan.. karena dia akan mengejarku.. yang aku lakukan adalah melawannya.. dengan separuh darah yang masih tersisa.. dengan semangat yang tinggal sepertiga.. dan dengan mawar itu..

Dan aku mengalahkannya..

sesampainya diluar..

semuanya hanya hitam.. dinding berlumut.. dan mataku rabun.. aku didasar jurang.. tak ada jalan.. dan Sang singa berdiri diujung sana dan tertawa..

“kemarilah.. Aku telah mengikatmu.. Kembalilah!”

Tanpa Rasa aku kembali.. menyerahkan diri.. “Ini.. miliki aku, bunuhlah aku.. kamu yang menang..”

dan akupun kembali. keliang itu..

sekian lama rasa ini mati.. tanpa harapan.. tanpa asa.. namun ada yang masih bersamaku.. mawar itu, hanya mawar itu.. aku dan mawar itu.. berdua.. berjuang.. dan menunjukkan pada sang singa yang akhirnya mengerti dan melepaskanku.. meski dengan air mata palsu yang susah payah dia keluarkan..

untuk kepergianku..

dan aku berlari.. terjatuh.. namun masih berlari..

mencoba secepatnya pergi dari semua ini..

sampai disini.. dimana aku menemukanmu.. dimana kau menungguku tanpa tahu atas apa yang terjadi denganku.. betapa aku tak percaya..

selama itu kau disini?

hanya untuk setangkai mawar.. yang kini telah kering..? dan kau masih menerimanya?

Tahukah kau? Semua ini ga adil buatmu, dan terlalu beruntung buatku..

kau adalah peri salju, putih tanpa noda.. dan aku hanyalah sisa.. dari kebuasan singa.. tubuhku penuh luka.. busuk oleh nanah dan cairan kuning yang ikut keluar..

tidak takutkah kau akan noda yang melekat pada hati dan tubuhku?

lalu kenapa kau masih menyobek selendangmu untuk lukaku?

dan dengan tersenyum kau berkata “kemarilah..Perjalanan itu mendewasakanmu bukan? pegang tangan ini, bawa aku berjalan bersamamu.. dan biarkan luka itu sembuh bersamaku..biarkan mentari yang mengeringkannya, hujan membasuhnya, dan aku yang akan merawatnya..”

Jalanku

Posted: 2 Desember 2008 in z. Morning cloud: Rain

Malam..

Berharapku peri-peri mungil itu merendah..

menukik dan menghampiriku

‘kan ku belai cahaya itu

pelangi yang sangat ingin kumiliki..

Sejenak..

‘tuk menyibak duri-duri disepanjang jalanku

dan aku masih ingin berjalan.

Malam..

Jangan menghiburku dengan mentari yang akan lahir..

Jangan hanya memberiku fajar dari dua bintang..

cahaya itu ‘tak selalu cerah..

Kadang awan menutupinya..

Kadang angin mengaburkannya..

Aku ingin dua kunang-kunang itu..

Malam..

Pekatmu tak membelengguku..

Dinginmu tak menjeratmu..

Aku tetap akan berjalan..

Tanah lapang itu t’lah terlihat..

 

 

H+3, Lebaran 2006.

02.33 WIB