Lelakon : Hikayat Edan

Posted: 11 Desember 2010 in #30HariPuisi, 1. Sastra, 3. Sajak, 5. Cerita Pendek

kembali ke teduh melinjo, halaman joglo
kipas kering daun pisang dengan nuansa maskumambang.
bapak tua pegang sarung, kicau kutut manggung
melilit paha, buka dada, desau jadi irama

sekar – kinanthi
gambuh
dandanggula
adalah cengkok paling teduh ke ulu jiwa

dulu, dibawah teduh melinjo
tembang merayu bocah-bocah ingusan.

ora liwat tuturku
marang sira sing sregep sinau
maca etung nulis nggambar sing taberi
ajar wulangane guru
aja wedi atetakon

sesampai dewasa, kemana rayu dandanggula?
berganti kirab lelaku malam gulita
dupadupa! sesaji! altar-altar suci dinodai
edan!

ingsun amatak ajiku si semar mesem
mutmutaku inten, cahyane manjing ono pilinganku, kiwo-tengen
sing nyawang kegiwang
opo maneh yen sing nyawang kang tumancep kumanthil in telenging sanubariku
yo iku si jabang bayi…
wis tentu welas asih marang badahan saliraku

sawiji nunggaling aji
jangankan jalmo menungso, Demit pun menari
muksa! manusia gendeng!
jaman edan oalah jaman edan!!

dan kini, di bawah teduh melinjo.
kutaburi sebuah nisan dengan melati
semacam sesak menyeruak. meluap teriak!!
seorang bapak tua mati dengan sebuah kata: LEKRA

genjer-genjer neng ledokan pating keleler…
genjer-genjer neng ledokan pating keleler!

 

Malang, 11 Desember 2010
03.42

30 Hari Puisi : #8 Mantra

Komentar
  1. silencehart mengatakan:

    Sama..hahahaa.. artiin toh tulisan jowo’e

  2. haziran mengatakan:

    sebenarnya ini belum sreg bener😀 masih ada ketimpangan-ketimpangan, nantilah di edit lagi.

    cetak miring pertama itu tembang Gambuh, semacam nyanyian khusus untuk anak kecil gitu, dimana dalam macapat Jawa, setiapnya punya kekhususan sendiri, Gambuh, Kinanthi utk anak2, Dandanggula itu utnuk remaja yg biasanya berisi nyanyian semacam cinta-cintaan begitu😀

    cetak miring yg kedua, itu mantra Ajian Semar Mesem, kalo kalian2 mau Praktek, bacakan Mantra itu setiap malam selama 7 hari dengan puasa Mutih [puasa dimana sahur dan berbukanya hanya pakai nasi dan air putih, tanpa garam gula atau rasa-rasa lainnya. dan di kalimat YO IKU SI JABANG BAYI diteruskan dengan menyebut nama si TARGET : EKA SEPTIYANI misalnya😀

    cetak miring ketiga, itu bait pertama lagu Genjer-Genjer, mars GERWANI pad masanya😀
    demikian😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s