Ketika Semua Hanya Bayang

Posted: 10 Desember 2010 in #30HariPuisi, 1. Sastra, 2. Puisi, 3. Sajak

siang ini, matari meredup
mencipta bayang pena kian panjang
tapi tetap tak hidup
goresnya tak lebih panjang dari dia punya bayang

mungkin saja menuliskanmu adalah kesenangan
tawamu, kerlingmu, semuanya itu. ah! buatku kematian

atau tetap kutuliskan?
toh gelap mengurung 3 jam lagi.
tapi dari tepi mana ku mulai?

mungkin bila kutuliskan semua indahmu itu.
adakah kenang yang tertinggal untukku?
meski tak serupa siluet Panderman, atau bayang baris Putri Tidur.
sebelum pekat menyusup, sebelum mati saat gelap menjari

mungkin nanti, saat senja dan matari hilang dari pandangan
tiada lagi pena berbayang.
sudah bisa kupilah, di ujung mana siluet kerlingmu itu.

Malang, 10 Desember 2010
15.18

30 Hari Puisi : #7 Mungkin

Komentar
  1. niskalajiwa mengatakan:

    Setajam itukah kerling mataku bagimu?😉
    resapi, nikmati..
    Selagi masih ada mata yg berkeling bagimu😛

  2. dewi ketujuh mengatakan:

    eh, panderman itu apa ya?
    #komentarpenting

  3. silencehart mengatakan:

    mungkin panderman itu lakinya panderwoman hahahaa #komentarpenting

  4. haziran mengatakan:

    @ Mbak Ekasept + SilentHart : Panderman itu gunung kecil, paling utara dari gugus pegunungan Putri Tidur, dimana gugus Pegunungan itu tampak seperti seorang perempuan yang sedang tidur telentang, nah Gunung Panderman itu, kakinya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s