Sesal

Posted: 6 Desember 2010 in #30HariPuisi, 4. Essay, 5. Cerita Pendek

sore ini kau datang. kesekian..

andai gelasku tak hilang, sudah kuseduh kopi
lalu kita bersulang, di nisan ini, seperti dulu

dan, karat yang mengukir bilah belatimu
adalah darah yang mengalir dari hatiku, saat kau menyuruhku pergi dulu

lalu kenapa kau tersedu? hei! sayang, aku mendengarmu
katakan sesuatu..
atau
tangis itu permintaan maafmu?
ah, sudahlah.
andai bisa kau putar waktu, apakah kau masih bersikeras ingin membunuhku?

kau bilang pergi! aku pergi..
tidak ada yg meluluhkanmu saat itu..
sampai setahun yang lalu, kau mulai rajin mengunjungiku.

sudah malam sayang, baik kau pulang..
maaf, sudah kuseduhkan kopi, andai gelasku tak hilang.
dan tolong, tinggal itu belati disini.

 

Malang : 6 Desember 2010
20.02

30 Hari Puisi – #3 Batu

Komentar
  1. Ceritaeka mengatakan:

    Nisan itu batu?

  2. supernopha mengatakan:

    Jadi batunya itu nisan? *tuing tuing*

  3. supernopha mengatakan:

    *manggut2* tadi kukira juga itu tp aku jd lbh fokus ke nisan -,- *alesan =)

  4. Online Lifestyle mengatakan:

    coba memahami puisinya ???

  5. supernopha mengatakan:

    Err. . . Hati pada sebilah belati? << tambah gak nyambung =)

  6. supernopha mengatakan:

    Oh sesal huhu

  7. dewi ketujuh mengatakan:

    hmmm…
    *komentar telat, cuma tinggal manggut2 aja :))*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s