Sajak Merah

Posted: 28 November 2010 in 1. Sastra, 3. Sajak

kemana lagi kan kau teriakkan?
wahai penyair
ketika sajak-sajak kita hanyalah sekumpulan kata indah
sedang mereka tak bisa membedakan tautan rima, atau bualan sampah

ah, rajam
lenguh itu peluh mengaduh
terurai kusam
serupa lembar lumbu teduh lusuh

mereka disana berbual sajak Alisjahbana
di kertas-kertas, di buku-buku, penyair!
sedang kita melukis genjer
di lontar awar-awar tentang bait-bait Lekra yang tercecer

-atau begini saja– sajakkan padaku Deru Campur Debu
lagaklah lalu macam Jassin
itu belenggu memukul lidah kita kelu
dan mereka macam penyekat buih di antara manis dan asin

kemana lagi kan kau teriakkan?
wahai penyair
ini tanah gundah, dan matari menyembul di bawah mega merah, marah!
kita hanya punya kumpulan sampah

 

 

Malang. pertengahan Mei 2010
07.14 WIB

Komentar
  1. Tuan Adan mengatakan:

    Ah betul sekali saudaraku, kadang saya termasuk dalam golongan orang yang tidak bisa menikmati sajak, menghayati makna yang terkandung di dalam bait-bait sajak, tersembunyi di balik ritma-ritma nan indah, ah selalu saja ada makna yang bisa dilihat.

    //Pulang tidur zzzz…t//

    • haziran mengatakan:

      itu tak apa, daripada mereka yg ngerti dan bisa memahami sajak, lalu sok bisa menilai sajak trus menentukan mana sajak yg layak, mana yang tidak👿

  2. Ceritaeka mengatakan:

    Tapi sampah jika diolah bisa jadi hal2 yg bermanfaat lhooo
    macam recycle gitu😀
    #disepak

  3. choirul mengatakan:

    mungkin saya jugaharus banyak belajar kepada orang-orang seperti sampeyan….

    susah sekali memahami puisi walau dipaksa-paksa mengerti

    • haziran mengatakan:

      wah😀
      saya ini bukan apa-apa masbro, suka cuma puisi, bukan orang sastra apalagi pake label sastrawan, kacangan iya. hahaha
      ini kenyataan, bukan merendah lho. suwer!
      mungkin puisi ini bentuk dari teriakan saya akan kenyataan itu.😀 demikian

  4. mamung mengatakan:

    waduuh… teriak; sampah; rajam; suram; kusam; marah…
    bener2 lagi merah ya zie..😀

    kalo aku dateng lagi masih merah, awas…😀

  5. rampeng mengatakan:

    aku dah lihat banyak orang-orang merah akhirnya jadi serakah,di kesempatan pertama.
    hom hai,..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s