tarian tiang

Posted: 2 Februari 2010 in 1. Sastra, 2. Puisi

seketika aku merona
mungkin aku terlalu binal buatmu, purnama.
dalam teduhmu,
kau sibak legam-legam di sela dada dan pahaku.

ha, kau tak bernapsu lagi kurasa..
lalu apa gunanya aku bertelanjang sekarang?
menggodamu dengan tarian tiang?
aku tak ahli tanpa ularnya..

sampai didetik malam menghujam bekunya.
terhenyak belulangku kaku akan renai kabut
dingin!
aku rindu selimut..

pergilah purnama..
aku sudah terbiasa di kamar gelapku..
sempit, pengap, bersawang..
datanglah besok, atau bulan depan
mungkin kau sedikit berpaling tentang tarian tiang..

01.15
june 08, 09

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s