lorong

Posted: 2 Februari 2010 in 1. Sastra, 4. Essay, 5. Cerita Pendek

lorong lorong mendesir irama dan ganda tak sama
selentir jiwa yang masuk terambing pucat
tergoda aroma perawan Drupadi dari sebuah lawang jati berukir
kekalutan, kebusukan, energi mati yang terimpuls meluluhkan dengus berahi tadi.
Terpuruklah bersimpuh,
sedang jalan masuk pun tertutup sudah
di iringi cengir dan dengus memburu dari hawa hangat bawah pusar
Ah, masih ku ingat efek Jaran Goyang dari lelembut terkenal di selatan itu
‘muksa.. muksa!’ teriakan serak dari jiwa yang mengkerut semakin mendorong tubuh dingin itu ke pojok
lumut, serabut di dinding sontak membuka mulut
matilah tinggal tulang, kata takdir
di alam entah dan tak akan ditemukan
hanya lumut dan dinding dan lorong
saat kegelapan kian dekat
saat mata menggelap
dan sebelum semua tamat dalam derajat laknat
selentir jiwa terbayang masa masa musim semi di lembah teduh yg diberkati Pseidon
lembah yang sama dimana Arkantos pernah tertidur dijaga Dwarf dan Nymph
masa masa dimana hati masi suci tapi seputih salju yang segera mencair
hilang. transparan
kesegaran dan aroma seruni segera menyeruak ke lorong itu
mengantarkan bisik membunuh dari bibir ranum yang pernah membakar seisi lembahnya
lembah jiwa itu, kerontang!
dia pun terbakar, membara! dalam lorong yang seakan bergejolak dalam merah.
semua berdesir, lumutpun berlari minggir
selentir jiwa itu pun berontak pergi, berlari dalam arah yang terbimbing merah
peduli apa?
toh akan mati juga, cibir dinding dan lantai
dalam angkara yang murka, Kumbakarna pun membunuh banyak nyawa sebelum muksa.
dia pun bisa
dan hanya sedikit dari jatuhan bintang yg nekat menerobos atmosfer sampai ketanah
dia pun tak peduli
hanya berlari dan berlari
sampai lorong menjadi redup, berubah terang dan akhirnya benderang
dengan ujung tersembul ayunan anggrek dan daun oak yg bergoyang
dia berhenti, tepat di dekat fresia yg menyapa, seperti ucapan selamat datang dari kematian
dan diujung matanya, tertangkap raut Drupadi yang tersenyum sedang duduk dengan pucuk pucuk Aster di bawah pohon Maple
tersenyum padanya, dan melambai.


Malang,  minggu pagi
291109 – 04.42 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s