Arsip untuk 29 November 2009

mungkin saja,
bercakmu terkelupas saat embun jatuh
tetes tetes elegi bening membasuh darah di bekas tapakmu
dan segera kering menjadi noda saat matari pongah tak peduli kesah dan aduh di setiap uap..

mungkin saja,
merah darah yang tercecer disetiap jejakmu menggambarkan kerakusanmu akan nafsu
angkara kundalini yang bersemanyam dalam raga ringkih
dan tergambar nyalang dalam seringaimu, mungkin juga di aku.

mungkin saja,
seringaimu tak sehitam empat jam lalu
saat kau menerkam kelinci binal yang masih saja gatal berkelakar diluar kamar
sedang kelelawar saja tahu kapan terbang, kapan mendengkur.

mungkin saja,
darah segar dibalik lentik bulubulu mulus tak meringan dahagamu
hanya seteguk, sekelebat ejakulasi lalu pergi
dagingnya pun tak semerah domba Aussie tetapi coklat kambing congek kurang gizi

mungkin saja,
kau yang tak berotak karena hasrat menggebu akan perut nafsu yang terburu
tak melihat itu mangsa sehat atau seklanyeman urat kenyal tanpa rasa hanya merah berserat
mencoba menipu diri itu daging merah nikmat.

mungkin saja,
kau kecewa dengan perburuan nista malam ini
berharap domba lugu atau biribiri malu tertinggal diantara bekas ladang bisu
padahal kau tak tahu mereka pun tau dan akan sembunyi aman dari serigala nakal sepertimu..

mungkin saja,
kau akan terus berjalan dengan bekas tapak tapak binal merah
bekas tertinggal menyerupai darah disetiap jalan gundah yang kau lalui
dan pagi menjadi saksi atas sisa jeritan lolongan liar pada dinihari

 

 

dalam renai
Malang, 221109
06.33 wib

Iklan

andai saja [2]

Posted: 29 November 2009 in 1. Sastra, 2. Puisi

entah..
harus dengan pensil, atau pena.
dipahat, atau digambar dengan cat warna warni.
atau malah ku simpan saja?
rapi
tak ada ragu
mungkin saja aku yang bisu
kelu
saat ingin mengucap sesuatu tentangmu.
biar kusimpan saja
kunikmati sendiri hingga
kau bisa membongkar hatiku,
lagi dan lagi
dan menemukan namamu subur tumbuh disana..

aku mungkin sepi
dan kau pun terasa sendiri
aku saja yang terlalu picik menikmati
setiap rasa mengalir ini

ah, andai ku bisa menerjemahkan setiap detak
andai saja ku dapat melukis setiap gejolak
andai saja bisa memeta setiap warna yang ingin meledak
mungkin sendirimu tak lagi sepi..

andai saja..

Untuk malam..
dan nyenyak tidurnya..

disebuah teras