siang terik

Posted: 18 November 2009 in 1. Sastra, 2. Puisi, 5. Cerita Pendek

angin ini semilir
berhembus konstan dari jendela coklat berkaca gelap
tetap saja gerah
apa harusku telanjang?

sedang menyelam di lubuk dalam
pun takut tenggelam
kemanakah renai?
rinduku pada bulirnya melambai

kupu-kupu origami berputar ditempa lampu redup kamar
membentuk siluet terpantul ditepian sarang laba-laba nakal
di seutas benang mereka riang
sedang yang bebas tak bisa melayang

cih! senja.. senja!
berapa banyak keringat tertetes untuk sampai padamu?
dan mati di pagi terlalu sayang di jumpai
lihat berapa bnyk yg bertahan tuk mengucap selamat tinggal pada raja siang

sesampai malam
antri gelap berselimut pekat
yang berkerlip mimpi-mimpi, ya.. ruang gelap bertabur mimpi
akan pagi entah, atau sebatas ilusi reinkarnasi

atau kubuka saja penuh jendela
biar angin makin leluasa
demi gerah-gerah kita
biar tak perlu bertelanjang untuk melayang

ah, tetap saja rinduku belai renai

malang, 211009
13.52

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s