gairah coklat

Posted: 11 Oktober 2009 in 1. Sastra, 3. Sajak, 4. Essay

saat itu mendung,
lalu sekepak sayap kupu-kupu coklat menyentakku tepat di kepala. jendela ini terlalu lebar untuknya, atau angin mengantarkan?!

dia menari
meliuk tiga kali
dan hinggap di antara dua sawang kering
didekat lampu dia mengerling

nakal..
aku mulai menyukainya. agak binal saat meliuk, tahu kah kau erang desah polos dan sebenar membuatmu ejakulasi dini? bukan coklatnya. bahkan Poisoned Kissnya Liliana Sanchez lebih berwarna. padahal itu sudut tergelap di ruangan ini.

mengerling-pun lugu
serupa liana tumbuh terburu

membisuku, sedang kupu-kupu itu mulai berkuasa diruangku. padahal aku secara de fakto adalah pemilik tunggal jengkal 8 meter persegi ini.
dia terbang, mengerjap sekali lagi, setelah melewati lemari dia mencoba pergi. reflek aku berdiri, menekan roling kelambu dan mengunci jendela pintu. dia hanya tertawa, berbalik lalu hinggap lagi di potret menjijikkan berjudul Missing You..
menggodaku, paling tidak membiarkan dirinya dan pasrah aku goda.
mendekatku, berbisik nakal mendesahkan kidung Asmarandhana. dia mengejap lagi, merangkulkan sayap, menempelkan sungut.
dengan nada lemah bergairah dia berbisik “bagaimana caranya?”

lalu kami pun bercinta..

Pacitan, kamar bisu 270909.
01.34 WIB

Komentar
  1. nana mengatakan:

    lalu bagaimana caranya?
    hehehe..

  2. haziran mengatakan:

    bercintalah kita?! hahahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s