tamanku

Posted: 13 April 2009 in 1. Sastra, 3. Sajak, 4. Essay, z. Morning cloud: Rain

Kini Penuh warna, kupupuk. tar percuma
dan kau mawarku, teruslah tumbuh untukku
sampai nanti kau berbunga, bermahkota sempurna

*Takkan terpetik, meski kuncupmu menggodaku
Ah, tak mau kehilangan wanginya

jika melewati waktu kau layu
menunduk dan pilu
aku datang,
kubawakan embun yang
terkumpul di wadah hatiku pagi tadi
sesaat sebelum mandi..

*maukah kau tegak?!
menebar wangi rancak.

dan, jika nanti aku pergi
sebelum renta dan tak bertenaga lagi
teruslah hidup, teruslah berbunga, untukku..

*meski engkau kan bermahkota disamping nisanku

mentari kan terus bersinar untukmu
awan kan mengantar hujanmu
kabut yang berikan embun itu
dan biar angin yang mengantar wangimu

*meski aku tak hidup,

tak inginku kau layu, tak inginku kau pilu..
kau harus hidup, tetap hidup..
ditamanku.. taman hatiku.

sebuah malam, April 9th, 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s