Perempuan itu, Aku dan rindu

Posted: 13 April 2009 in 1. Sastra, 3. Sajak, z. Morning cloud: Rain

Perempuanku, Aku Pilu..
saat mendengarmu berucap rindu.
Sehentak rasa..
Berdetak dada..

Nanti..
Aku datang
kadang Jua menghilang..
Seperti Mentari..

Nanti,
Aku dekat..
Kadang Jua tak Terlihat..
Seperti bayangan Sepi.

Tapi tidak rasa ini..
Kau Samudraku..
Tenang, Lapang, luas, biru..
Tempat Aku berhenti di Penghujung nanti..

Meski..
begitu jauh..
begitu banyak langkah yang kutempuh
untuk menemuimu di suatu hari

dan kau, Perempuanku..
sungguhpun pilu akan rindu
penantianmu tak sia
karena pelukku menggantinya

dan kau, perempuanku..
sungguhpun pilu akan rindu
penantianmu tak sia..
tak pernah akan sia..
Saat Hujan, senja hari 6 Maret 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s