nisan pura batu

Posted: 13 April 2009 in 1. Sastra, 2. Puisi, z. Morning cloud: Rain

Dalam secangkir teh ku teguk
Aroma nisan pura batu
Sesaat kelebat senja merayap
Dalam angkuh dan gemerlap
Dunia..

Ilalang itu tak berhenti bergoyang
Terbuai nyinyir angin kematian
Melayukan, menundukkan
Siapa yang tak takluk?
Pada kegelapan dimalam pasti..

Kau, dan aku berjalan mendongak
Menatap bintang yang kian bergolak
Memaksa sayap-sayap itu
Menyembul, lalu terbang
Setinggi mana menggapai

Oo, Nisan hiasan., hanya lambang
Itu ukiran diguratmu
Selalu bercerita, selalu ada cerita
Namun kau, dan aku
Sudahkah tuli? Buta? Atau keduanya?

Dalam secangkir teh aku teguk
Tegukan terakhir aroma nisan pura batu
Kelebat senja kian merayap
Dan aku hanya pergi, tak memahami
Tak pun melihat itu tulisan terpahat.

 
Bong Cino, Pendem – Kota Batu. 25 Maret 2008
13.42 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s