nyanyian daun

Posted: 6 April 2009 in 5. Cerita Pendek, z. Morning cloud: Rain

Tersibak tirai, menatap warna serupa mentari. Saat lembayung memerah disela putih menebal dan samar.

Kenapa hanya Awan?

Menutup separuh biru disisi lain untuk hanya untuk lengkungan pelangi maya. Terbias dari rintik tangisan kegelapan.

Lalu tertampak sehelai daun tua diranting kering pohon lapuk. Pada sebuah lorong rimbun jalanan berlumut. “Kenapa tak menjadi muda saja, yang selalu kokoh dihempas hujan dan angin.”

dan si daun muda berteriak ” “Aku ingin cepat menua dan mati, menguning dan kering merayapiku, lalu jatuh terhempas dan segera hilang tak tersisa.”

Disudut persimpangan, katak coklat pincang sedang berhenti akan perjalanan panjangnya.. tertegun mendengar jeritan daun dibalik gemerisik angin.. lalu menatap keinginan asing penuh kehampaan dari bibir yang hanya bisa meratap. dan dia bergumam..

… kau lihat aku?, aku telah berhasil melepaskan diri dari lilitan Sanca besar di bukit sana, dan meninggalkan sebelah kakiku untuk dimakannya.. keinginan hidupku membawaku dan mengalahkan sakit dan penderitaan akan  kepincangan ini,. Lalu aku pergi, meninggalkan bukit berawa indah dibelakangku, karena aku tak akan pernah mampu bertahan disana. Sanca itu terus kelaparan karena hanya ada katak coklat sepertiku bersamanya…

… Tidakkah kau lihat, sekian waktu aku berjalan dalam kepincangan ini, dengan harapan danau biru di utara. yang tanpa sabar inginku berenang dalam damai beningnya…

semua daun berhenti bernyanyi, dan serentak berkata.. ” meski kau pincang, kau masih sanggup berjalan ditakdirmu. Tapi kami?! Cengkeraman ranting-ranting itu memenjarakan kami, sampai kami mati dan jatuh ketanah. hanya badai yang mampu menerbangkan kami jauh.. sangat jauh.. lalu kami selalu bernyanyi saat angin datang, karena itu harapan satu-satunya. Setelahnya.. kami hanyalah peratap dan pengandai.”

lalu semua terdiam.. semakin membisu..

lalu anginpun bertiup, menerobos rimbun jalanan berlumut.. menuju danau bening di utara.. semakin keras.. semakin menerjang.. menghempas.. membawa serta awan dan pelangi mayanya..

 

Marlboro 18. Feb 7th, 2007.
14.52 WIB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s