beku, lalu mendebu

Posted: 6 April 2009 in 3. Sajak, z. Morning cloud: Rain

Alunan pilu
suara sendu dalam rasa beku
terbalut samar..
sepi ditengah bingar

genderang hati lama tertabuh
namun kelu bibir tetap mengaduh
kemana lagi beranjak
jika sayap tak mengepak..

seuntai pipih aliran angin
setara dua tangan menjulur dingin
pada awan berlari
pada embun setetes pagi

berlari
berlari
berteriak
berteriak

jelaga tak kunjung reda
samar masih berbalik kaca
tetap saja hilang sadar
tetap sendiri di hingar

masih mengalun pilu
suara sendu hati beku
mendebu setelah melebur
meredam badan hancur

 

petang, Agustus 30, 2007
17.46

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s