Ilusi mentari

Posted: 4 April 2009 in 3. Sajak, 4. Essay, z. Morning cloud: Rain

Jelaga terbentuk, dari jejak serta bayangan masa lalu
Adakah cahaya tak pernah padam?
sebagai pelita sepanjang masa
karena mentari selalu terbenam dan rembulan tak pasti ada
hanya sapaan dari bibir penyayang
“Apa kabarmu pagi ini?”
sanggup meluluhkan karang
sedang ombak hanya bisa mengikisnya
dan belum ada ombak penyayang dibalik keindahan dan keperkasaannya

hanya sentiran angin,
kadang lembut, berayun dan sepoi
kadang menghentak, menampar dan menerjang
angin barat dengan tangisnya
panas angin tenggara yang mendidih
lalu, bagaimana angin selatan si pembunuh?

saat jiwa-jiwa hitam bermimpi tentang padang lapang
hijau dan damai
dimana mata air pembasuh jelaga
bersinggasana..
kenapa tak pergi?!
berharap pada kematian,
yang tak selalu baik dan menjadi lebih baik
menunggu musim dingin habis?
lalu berganti berseminya bunga-bunga..
padahal mentari tak bergerak ke utara
hanya terdiam.. dan juga menunggumu..
itu yang dilakukan harapan untuk memupus asa

bukankah pelangi berpijar saat gerimis?!
dari mendung kelabu yang dibenci,
dan hanya sebuah ilusi mentari
permainan asa yang indah namun tak dapat didekati

Sonic Playstation, Jan 2nd 2007
20.48 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s