Setangkai Mawar (yang masih sempat aku berikan)

Posted: 2 Desember 2008 in z. Morning cloud: Rain

Lalu kenapa kau masih bertanya..

“kemana kau 7 bulan ini..?”

bukankah kau lihat telah kering mawar ini? Aku menggenggamnya selama itu..Durinya menyatu dan tersirami darahku.Aku hanya tersesat dan hilang arah..

Saat membawanya.. dan menujumu..

Aku hilang dipersimpangan itu. Menoleh pada Merak ungu yang menari untukku. Tanpa kuketahui tersembunyi Singa Sahara kelaparan.. dibalik indahnya namun dia tak memangsaku. hanya menaruhku di kegelapan guanya dan setetes demi setetes meminum darahku.

Aku ingin melawan, namun jujur.. aku sendiri menikmatinya. setiap dia menancapkan satu taringnya.. dia memintanya dulu, dengan tersenyum..

lalu mawar itu, menjelma dan hadir dalam mimpi, menyadarkan aku atas apa yang terjadi.. singa itu hanya memanfaatkanku.. membunuhku perlahan dalam buaian nikmat semu, yang dia ciptakan dalam hidupku..

Lalu terfikirku untuk berlari, mencari celah dalam gua.. dan meninggalkannya.. tapi tak aku lakukan.. karena dia akan mengejarku.. yang aku lakukan adalah melawannya.. dengan separuh darah yang masih tersisa.. dengan semangat yang tinggal sepertiga.. dan dengan mawar itu..

Dan aku mengalahkannya..

sesampainya diluar..

semuanya hanya hitam.. dinding berlumut.. dan mataku rabun.. aku didasar jurang.. tak ada jalan.. dan Sang singa berdiri diujung sana dan tertawa..

“kemarilah.. Aku telah mengikatmu.. Kembalilah!”

Tanpa Rasa aku kembali.. menyerahkan diri.. “Ini.. miliki aku, bunuhlah aku.. kamu yang menang..”

dan akupun kembali. keliang itu..

sekian lama rasa ini mati.. tanpa harapan.. tanpa asa.. namun ada yang masih bersamaku.. mawar itu, hanya mawar itu.. aku dan mawar itu.. berdua.. berjuang.. dan menunjukkan pada sang singa yang akhirnya mengerti dan melepaskanku.. meski dengan air mata palsu yang susah payah dia keluarkan..

untuk kepergianku..

dan aku berlari.. terjatuh.. namun masih berlari..

mencoba secepatnya pergi dari semua ini..

sampai disini.. dimana aku menemukanmu.. dimana kau menungguku tanpa tahu atas apa yang terjadi denganku.. betapa aku tak percaya..

selama itu kau disini?

hanya untuk setangkai mawar.. yang kini telah kering..? dan kau masih menerimanya?

Tahukah kau? Semua ini ga adil buatmu, dan terlalu beruntung buatku..

kau adalah peri salju, putih tanpa noda.. dan aku hanyalah sisa.. dari kebuasan singa.. tubuhku penuh luka.. busuk oleh nanah dan cairan kuning yang ikut keluar..

tidak takutkah kau akan noda yang melekat pada hati dan tubuhku?

lalu kenapa kau masih menyobek selendangmu untuk lukaku?

dan dengan tersenyum kau berkata “kemarilah..Perjalanan itu mendewasakanmu bukan? pegang tangan ini, bawa aku berjalan bersamamu.. dan biarkan luka itu sembuh bersamaku..biarkan mentari yang mengeringkannya, hujan membasuhnya, dan aku yang akan merawatnya..”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s