Sang Ranting

Posted: 2 Desember 2008 in z. Morning cloud: Rain

Lalu..

tentang ranting patah terjuntai

jatuh enggan namun telah terbuang.

hanya angin yang mengejeknya

menggoyang dan menarik-narik

sampai kapan dan dimana sang ranting mampu bertahan.

dan tentang pujian yang terlontar saat sang ranting penuh dengan buah dan bunga.

kenapa berganti dengan erangan gergaji saat sang ranting mulai tua dan rapuh.

seperti kanker yang harus dibuang?

dan apakah sang ranting yang telah larut dimakan waktu akan terus merasa tersisih dan terbuang?

dan kenapa sang ranting masih selalu mengingat akan buah dan bunga yang telah direnggut darinya?

lalu..

kenapa aku masih menanyakannya?

 

———————————————————-

tak teridentifikasi.

utk senja yg segera datang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s