Tentang hitam (yang tak pernah ku mengerti)

Posted: 27 November 2008 in z. Morning cloud: Rain

Menantang Surya
jatuh dan kelam
menghimpit siksa
waktu yang berlari
menempatkan…
di coretan hitam
TERKUTUK…!!!
menatap tulisan tanpa arah
di prasasti yang dibangun
dalam benteng tak tersentuh
hancur dan berhamburan
penuhi ruang hati
menyesal?!
akan pemberian tulus tak ternilai

tertegun..
menatap, melihat, dan merasakan..
kehilangan..
sengaja menghilangkan
sungguh menghilangkan
rasa yang ingin memaki
ingin berteriak
ditepi jurang hitam tanpa batas
tak ingin mendengar gaung dan gemanya
sampai patahnya pita melodi
dan tak mampu bersuara, tak mampu berkata, tak mampu bercerita
dan membiarkan semuanya tenggelam
dalam hitam yang tak pernah terpahami

 

 

Marlboro 18 C, July 17th, 2006
14.37 WIB

Komentar
  1. Mi mengatakan:

    waktu kamu nulis puisi ini, umur berapa tahun?

    apa sekarang kamu masih suka merasakan perasaan hitam yang tak kamu mengerti?

    actually, im in that feeling right now.

  2. haziran mengatakan:

    engg, sekitar 21 atau 22 ahahaha..

    aku sudah mengerti akan hitam itu, dan biarlah.. meski setiap noda tidak mampu dibersihkan.. akan jadi pengingat untuk lembar berikutnya..

  3. Mi mengatakan:

    aku juga kayaknya udah ngerti akan perasaan hitam itu. thx…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s