Senja yang bercerita

Posted: 27 November 2008 in z. Morning cloud: Rain

 Cerita senja
Dibalik tegap Pundak sang bumi
Memerah..
saat ujung mentari menyentuh batas malam
Laksana mawar untuk kekasih tercinta
Tak berduri, tak jua
Layu..
Seperti bunga keabadian dikening bidadari
Tak pernah mati harum itu
walau sesaat..

 Cerita senja
Saat lembayung penuhi langit
Saat pipit kecil tersenyum
mengembang..
Harapan pulangnya sang bunda
dan hangatnya sayap itu dibalik malam
Menatap bintang dari celah pelukan hangat.

 Cerita senja
seperti darah dibekas kaki Ya’jud dan Ma’jud terkutuk.
Laksana si Belang dilautan rusa
Tak pernah kenyang
Hanya mencabik dan pergi

 Cerita senja
Semerah mata Penangis
tak berhenti
Meratap
akan pilih kasihnya dunia
Akan kejamnya waktu dan pongahnya masa.

 Cerita senja
Seperti misteri
Bergejolak dalam uraian detik
Di dunia yang sudah tua
Tak pernah berhenti.
Tak pernah mati

 Cerita senja
Laksana awan di sudut angkasa
selalu berubah
Berbentuk kehendak pelukis langit
Latar angkasa yang selalu berganti, dan selalu berganti
meski mentari tetap sama.

 Cerita senja
Tak kan pernah usai
Sampai senja itu
tak akan pernah lagi ada.

 

Pandoras hill, June 18th 2006

17.03

Komentar
  1. Mi mengatakan:

    kamu suka senja ya kayaknya?

    aku suka senja. dan bagiku:

    cerita senja, tak akan mati sampai nanti…

  2. haziran mengatakan:

    benar sekali, kalau boleh lebay, aku suka senja dan semua ceritanya… baik saat cerah, mendung, berkabut, bahkan saat hujan sekalipun..

  3. Mi mengatakan:

    beautiful…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s