Untitled 1

Posted: 18 November 2008 in z. Morning cloud: Rain

Hanya bisa menatapmu
disudut jalan..
saat berhenti bersama waktu
ku pejamkan mata..
mencoba tak melihat
namun naluri memaksa..
alam mayaku memendar wajahmu
seolah ingin menunjukkan betapa pengecutnya aku.
angin disekitarku berbisik..
mengajarkan kata dan sapa..
seperti camar penari,
seperti halilintar dalam badai,
namun..
aku masih tetap diam
selalu terdiam..
membiarkan riuh ombak dalam samudra hati..
menabrak karang-karang di dadaku..
namun semua kekuatan itu kubuat untuk meredamnya..
dan mengalirkan dalam ruang-ruang di tubuhku.
yang telah penuh sesak..
tak coba untuk berbicara..

aku masih bertahan..
dalam diam..
entah sampai kapan…

gak ngerti kapan tulisan ini aku buat.. kertasnya terselip gitu aja tanpa identitas tanggal dan hari..

saat kita terdiam.. dan tak tahu apa yang harus diucapkan utk satu hal yang kita lihat?!

akankah kita berpaling dan seakan tidak terjadi apa apa?!

menahan perasaan, padahal hati mencoba untuk bertanya “kenapa itu?!”

entahlah.. kadang aku juga tak peduli dengan apa yang aku lihat…

seperti halnya, “hey aku suka kamu..” tapi kenapa lebih memilih utk menjadi pemuja rahasia?!

hihihihihihihi…

Komentar
  1. Mi mengatakan:

    puisi kamu yg ini lucu dan polos. pasti dibuat waktu kamu masih muda. lebih muda dari sekarang.

    yeah, kadang ada hal yang ga bisa kita ungkapkan. bahasa tulisan atau bahasa isyarat selalu lebih jelas…

  2. haziran mengatakan:

    iyaaa. masih muda dengan aroma cinta yang kadang aku pun geli membacanya😀 hahahaha

  3. Mi mengatakan:

    iya, geli dan sweet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s