Arsip untuk ‘5. Cerita Pendek’ Kategori

selarut ini, kususuri trotoar dalam gelap malam sepi sebakar kretek, telusup kabut pendar lampu jalanan. aku sendiri ah, ada kucing kecil mengigil di pinggir jalan, sebelahnya segeletak tubuh terbujur tidur. baunya pesing. berselimut koran, kedinginan. heran! kupandangi dua makhluk sambil isap kretek dalamdalam rupanya dia bangun, lalu tersenyum. giginya putih, bersih. malumalu kutawarkan kretek lalu [...]

untuk Roxane “AuntRocky” Roger Lopez akan datang suatu masa dimana aku injakkan kaki ditanahmu, Bibi negeri entah, setahuku penuh pinus, oak dan pelukanmu. juga semua ceritamu. tunggulah di beranda  rumah itu, yang kau bilang pintunya selalu terbuka untukku oo California, aku  akan kesana! apa yang lebih indah dari Chanoyu di berandamu? dan bulirbulir jatuh yang [...]

kembali ke teduh melinjo, halaman joglo kipas kering daun pisang dengan nuansa maskumambang. bapak tua pegang sarung, kicau kutut manggung melilit paha, buka dada, desau jadi irama sekar – kinanthi gambuh dandanggula adalah cengkok paling teduh ke ulu jiwa dulu, dibawah teduh melinjo tembang merayu bocah-bocah ingusan. ora liwat tuturku marang sira sing sregep sinau [...]

Sesal

Posted: 6 Desember 2010 in #30HariPuisi, 4. Essay, 5. Cerita Pendek

sore ini kau datang. kesekian.. andai gelasku tak hilang, sudah kuseduh kopi lalu kita bersulang, di nisan ini, seperti dulu dan, karat yang mengukir bilah belatimu adalah darah yang mengalir dari hatiku, saat kau menyuruhku pergi dulu lalu kenapa kau tersedu? hei! sayang, aku mendengarmu katakan sesuatu.. atau tangis itu permintaan maafmu? ah, sudahlah. andai [...]

kau yang masih suka delik’an sembunyikan hatiku di para-para senyum itu lugu, wahai nona berwajah menawan sedang aku selalu melonjak girang saat awan melukis nama dan itu namamu kenapa tak kau tunjuk saja dimana? tanpa tanda panah di batas sudut dan ruang tertawakah kau saat aku mulai tertunduk dalam kegelapan meraba? memohon dalam samar, lalu [...]