Arsip untuk ‘#30HariPuisi’ Kategori

Ya sudah, Tak Apa.

Posted: 21 Desember 2010 in #30HariPuisi, 1. Sastra, 3. Sajak

rembulan di garis waktu. sebentar redup, sebentar terang. haruskah ku nyala lilin, bakar dupa? harap bidari turun sekali lagi rembulan di garis waktu, malumalu pamer muka ditepian renjana. kau tak mau, aku tak apa. ada banyak di simpang tiga. siapa lebih indah? siapa bikin gairah? Bidari atau Nina sama : nikmati saja. rembulan di garis [...]

Sepoi Kau Menanti

Posted: 20 Desember 2010 in #30HariPuisi, 1. Sastra, 2. Puisi

kurasakan genggam jemarimu rapuh semacam biduk terambing badai dilautan menunggu karam entah suatu kapan ada yang datang saat hilang, satu kembali jika ada yang pergi hidupmu, hidupku, adalah angin suatu masa sepoi, suatu lalu lembut, lain masa tenang, kadang menampar, menerjang. ratapan mana mampu mereduksi panas matahari? di malam pekat-pun kurasa kau pernah berkeringat lalu [...]

dan malam, jikalau dulu mampu jarak ku mampat kan ku peluk dia yang sekarat. Lalu kudesahkan di telinganya, tentang hangat matari esok pagi tentang aku dan dia yang akan berlarian lagi. suatu nanti. entah berapa anyelir bersampul pesan buatnya. lalu kemuning? ah, cinta selalu jawab dengan bulir airmata. dalam hening semacam pelangi hiasi gerimis senja, [...]

selarut ini, kususuri trotoar dalam gelap malam sepi sebakar kretek, telusup kabut pendar lampu jalanan. aku sendiri ah, ada kucing kecil mengigil di pinggir jalan, sebelahnya segeletak tubuh terbujur tidur. baunya pesing. berselimut koran, kedinginan. heran! kupandangi dua makhluk sambil isap kretek dalamdalam rupanya dia bangun, lalu tersenyum. giginya putih, bersih. malumalu kutawarkan kretek lalu [...]

untuk Ciel saatsaat seperti ini, kala renai mengabur mataku. selalu ada satu hal yang hampir tak pernah kukatakan padamu : rindu   Malang 2010   30 hari Puisi – #14 Kejujuran