Sepoi Kau Menanti

Posted: 20 Desember 2010 in #30HariPuisi, 1. Sastra, 2. Puisi

kurasakan genggam jemarimu rapuh
semacam biduk terambing badai dilautan
menunggu karam entah suatu kapan

ada yang datang saat hilang, satu kembali jika ada yang pergi
hidupmu, hidupku, adalah angin
suatu masa sepoi, suatu lalu lembut, lain masa tenang, kadang menampar, menerjang.

ratapan mana mampu mereduksi panas matahari?
di malam pekat-pun kurasa kau pernah berkeringat

lalu apa susahnya tertawa? -HAHAHAHAHAHA-
begitu saja.
bagian mana kau tak bisa?

atau kau mau terus tersimpuh nunggu angin?
melepas gerah-gerahmu. dan terbang entah kemana.
silahkan saja.

Malang: Desember 2010
07.40

30 hari Puisi – #17 Angin

Komentar
  1. supernopha mengatakan:

    HAHAHA nih aku ketawa *kabur

  2. dewi ketujuh mengatakan:

    kalau begitu, aku yg menunggu angin saja

  3. niskalajiwa mengatakan:

    Kebanyakan ketawa, apalagi sendirian
    nanti aku disangka gila :D

  4. haziran mengatakan:

    ayolah, tertawa saja.. hahahaha
    anggap saja ini puisi untuk Nova dan kemarennya itu #uhuk

  5. supernopha mengatakan:

    Anggap saja? *hening*

  6. Zeph mengatakan:

    entah apa yang dibawa sepoi angin kali ini… :)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s