kurasakan genggam jemarimu rapuh semacam biduk terambing badai dilautan menunggu karam entah suatu kapan ada yang datang saat hilang, satu kembali jika ada yang pergi hidupmu, hidupku, adalah angin suatu masa sepoi, suatu lalu lembut, lain masa tenang, kadang menampar, menerjang. ratapan mana mampu mereduksi panas matahari? di malam pekat-pun kurasa kau pernah berkeringat lalu [...]


