malam ini renai, tambah kabut apalagi sunyi, dihembus sepoi siluet kuning di marka. goyang binal lampu merkuri. jalanan pun mati sunyi. apalagi yang kutulis selagi renai? sedang rinduku padamu jelita, luruh aku lupa. mungkin terbawa alir diselokan, dan hanyut entah ke muara yang mana. senja tadi hujan tadi ada yg mengambang di awal malam entah [...]
Arsip untuk 16 Desember 2010
ada yang datang, sejuta kenang akan kisah tentangmu aku tahu, itu yang merubahku kubaca lagi : “aku kira, beginilah nanti jadinya, kau kawin beranak dan berbahagia, sedang aku mengembara serupa Ahasveros“ Ya, begitulah nanti akhirnya “karena kau tidak ‘kan apa-apa, aku terpanggang tinggal rangka“ pernah seranjang kita pelukan, di katil, pojok jauh terpencil “aku gembira [...]


