dan lagi, merasakan sesak yang sama.
apa yang kau risaukan, penyair?
rindurindu itu membunuhmu?
hingga katakatamu itu melulu.
atau kau risau pengap kuali gosong?
di isi air tanpa gandum,
dan wajah ibuibu tua melamun.
papa-lara-nestapa. masih kau urusi cinta?
sepagi ini kudapati bapak tua berkalung karung
mengorek sampah mengais untung
siapa berduka siapa lara?
ada pemuda cari hidup
seorang tua bertahan hidup.
dimana beda? -aku bertanya pada keduanya-
sayangnya pak Tua
kau buruburu berlalu dengan 2 batang samsu
tanpa sempat nyicip sikit kepul kopi hitam di meja.
dan tinggalah pemuda
tersenyum tanpa jawab melamun
lupa arti 2 batang samsu
lalu asyik menulis rindu.
Malang 2010, sebuah pagi, sebuah kedai
07.21
30 Hari Puisi : #12 Kopi Hitam, dan dia.



Dasar tukang kangenan!
Sana nonton eminem lagi
I love the way you lie.. aha!
hmm..
hmmm
Wow!! like this..
nice brad
makasih Sob
*sedang menunggu pagi, lantas mencicipi segelas kopi*
*menyimak*
rasa-rasanya, sungguh hebat daya tarik yang namanya rindu. setiap yang rasa jadi kata, jadi untaian puisi. ^^
hai ppl, sebenarnya saya sedang mencibir rindu
ada seorang ibu dengan kuali kosong
ada seorang bapak mengorek sampah mengais untung
lalu kita cuma bisa menuliskan rindu