Origami kupu-kupu dan Awan

Posted: 1 November 2010 in 4. Essay, 5. Cerita Pendek

Nona,
ingatkah kau pada sebait kata. dulu, sebelum putri malu terkulai karena sentuhanmu itu. kau bilang kau ingin pergi, dengan kereta yang memang sudah menunggumu pergi.
dengan indah kau hujamkan pelangi di gerimis petangku,
pertanda katamu, “hey, ini perpisahan yang indah”,
seperti inginmu Nona, ketika itu. dan memang ini perpisahan yang indah, jarak antar spektrum pelangi, antara warna merah dan kuning itu masih kuhafal benar berapa jengkal tanganku mengingatnya.
dan akhirnya kau pun pergi, dengan tatapan rela dariku, dan pandangan hina kusir keretamu. dan kau pun entah kemana, hanya sebait surat di pagar rumah yang diselipkan kusirmu, bahwa kau akan bahagia bersamanya.
dan aku tahu kau akan bahagia, daripada terkungkung disini, di taman-taman berbunga forsythia dan aster, yang sebentar lagi akan layu. daripada kau disini, hanya berlari dan berlari, melompat dan berguling, lalu menaikkan layang-layang usang, dengan sebuah harapan.
ya, ada baiknya engkau pergi. pintu pagar itu tidak akan pernah kuasa menahanmu. dan kau akan bahagia bersama dia seperti apa yang tertulis di surat itu.

awan-awan berlalu, tak ada satupun darimu. aku tidak berharap. mungkin sudah kebiasaanku menatap setiap awan yang lewat..
sampai saat dimana awan kelabu meniupkan sebuah rindu, darimu. kau rindu taman ini Nona? tapi maaf, aku tidak merawatnya. kubiarkan liana dan semak merajainya. kalau kau berlari dan bergulung lagi, kulit halusmu akan tergores dan bajumu akan sobek. sudah tidak seperti dulu, Nona.. sudah tidak seperti dulu.

dan kelabu awan itu hanya berlalu..

sampai suatu ketika, saat aku meretas tanah, menggundulinya lalu mulai menyemai anggur dan menanam cedar. langit senja seakan aneh, tertampak gerimis dan pelangi seperti sudah kuhapal benar. ya, itu darimu, Nona. awan itu menetes resah, di ini tanah yang memang terbiasa basah.
kenapa Nona? kau hilang arah? tersesat dalam rimba tanpa kusir yang kemana entah..
aku tahu takkan kesini lagi setelah ini.. atau memang kau ingin ikut menyemai anggur ini?
tidak, berdirilah sana dibawah cedar dekat pagar, liat saja bagaimana buah ini bersemi lalu kau pun harus beli kalau mau mencicipi..

sepertinya begini jadi, kau pergi aku takkan mati. bukannya selalu ada sisa di setiap serpih yang tertinggal? entah bentuk apa yang tersusun, itu hanya masalah ukuran. sedang origami kupu-kupu kertas itu ku buat dari serpih-serpih hati yang menggembung terbalut hujan..
lalu kenapa tak kau bikin origami saja serpihmu itu? lalu menautnya di jendela, biarkan terembunkan renai yang mampir di langitmu? bukankah kotamu selalu hujan?

Nona, hidup itu datang lalu pergi. jatuh, lalu bangun lagi. kadang kau temui stepa, kadang kau temui sabana, kadang juga sahara.

About these ads
Komentar
  1. Mr.El-Adani mengatakan:

    Cuma mau mengingatkan, kalau nanti suatu hari, terbitlah satu buku karangan Hazziran, atau nama-nama lain yang sengaja disamarkan, aku minta satu yang ekslusif+nama lengkap dan tanda tangan penulis.

  2. hamida mengatakan:

    seperti menuntunku pada sebuah perpisahan yang tak rela, lama berlalu

    • haziran mengatakan:

      rela ataupun tidak, perpisahan itu tetaplah perpisahan. :)

      “aku” dalam essay diatas lebih suka bilang, “pergi saja, aku takkan mati, tapi jangan pernah kembali lagi” :)

  3. Bali wedding mengatakan:

    Terima kasih atas informasinya, sungguh menyedihkan sekali sebuah”PERPISAHAN”semua orang ingin sekali bersama-sama terus itu tidak mungkin, akan tetapi ada pertemuan pasti ada perpisahan, ada pun kegembiraan pasti ada kesediha itulah hidup benarkan mas?
    Salam kenal

  4. roy mengatakan:

    he he…. aku juga ikut antri….. 1 buku eklusif lengkap dengan tanda tangannya….. ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s